Mengapa Bako Gayo Disukai Anak Muda?

Mengapa Bako Gayo Disukai Anak Muda?

Naiknya tarif cukai rokok sebesar 23,5% membuat satu Kecendrungan baru di masyarakat kini kian tengah naik daun. Kecendrungan Tingwe alias Ngelinting Dewe yang merupakan bahasa jawa dengan arti melinting sendiri. Mulai banyak juga permintaan-permintaan Bako dengan segala macam jenis varietas di Indonesia. Salah satunya adalah Bako Hijau Gayo, Bako ajaib asal bumi Nanggroe Aceh Darussalam yang juga kini tengah digandrungi oleh anak muda.

Saya berkesempatan untuk berbincang dengan pemilik website BakoGayo.com di Bandung. Kunjungan saya memang bermaksud untuk membeli Bako Gayo  serta mempelajarinya, beliau menceritakan permintaan bahwa permintaan bako gayonya sangat meningkat tajam dari tahun ketahunnya sambal menunjkan data orderan dari kota kota besar di Indonesia.

Saya sih mengerti mengapa jenis Bako Gayo tersebut menjadi yang paling difavoritkan di masyarakat khususnya kalangan anak-anak muda dan para residivis ganja 😛 Ketika saya nongkrong di satu tempat yang sedang melinting, ada Bako Hijau Gayo, bahkan begitu juga di tempat yang lainnya dan selalu menjadi pusat perhatian.

Bila dilihat bentuk fisiknya  Bako Hijau Gayo memang berwarna hijau sesuai namanya juga, walaupun saya juga banyak menemukan penjual bako gayo yang sudah mulai kekuningan tidak seperti di toko bakogayo.com yang menjelaskan secara detail dan jujur tembakau yang dijualnya, bako gayo juga memiliki bentuk rajangan yang halus.

Selain memiliki rajangan halus, Bako Hijau Gayo juga memiliki aroma bakar  yang harum dan mirip dengan bau ganja. Dan inilah alasan sebenarnya mengapa Bako ini menjadi favorit di kalangan anak muda. Walau demikian Bako Hijau Gayo tidak memiliki efek samping yang sama dengan ketika kita menghisap ganja. Produk ini juga legal untuk dikonsumsi serta diperjual belikan walau wangi dan warnanya memiliki kemiripan dengan ganja.

Salah satu toko Bako di Bandung yang saya temui mengatakan bahwa Bako Hijau Gayo jadi barang yang paling laris yang mereka jual. untuk harga pasaran dari 10k hingga 85k untuk 20g hingga 100g. Para pemilik Toko Bako menjelaskan bahwa tingginya harga dipengaruhi dari tingginya permintaan yang tak sesuai dengan stok yang ada.

Akan tetapi stok Bako Hijau Gayo di pasaran masih cukup terpenuhi. Bisa kita lihat juga Bako ini dijual di berbagai platform penjualan online dan kelihatannya cukup laris. Kegemilangan Bako ini saya kira kan bertahan sekira setahun sebagai Kecendrungan karena citra Bako Gayo yang dianggap mampu menjadi pengganti dari Ganja, walau saya yakin juga pendapat tersebut tak sepenuhnya benar.

Justru saya takut apabila Bako ini nantinya mendapat perlakuan hukum yang tidak adil akibat salah persepsi pemerintah. Walau demikian, masyarakat kini mulai semakin tak asing dengan berbagai jenis Bako yang ada di nusantara. Selain itu, ada satu lagi varietas Bako asal Sumatera yang populer di kalangan masyarakat, setelah dahulu kala kita mengenal Bako Deli yang sangat masyhur itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *